
Sejarah perahu karet memiliki perjalanan panjang yang menarik untuk ditelusuri. Perahu ini bukan sekadar sarana transportasi air biasa, tetapi lahir dari sebuah inovasi besar di abad ke-19. Sejak Charles Goodyear menemukan proses vulkanisasi karet pada tahun 1839, dunia mulai mengenal material baru yang lebih kuat, elastis, dan tahan panas. Dari sinilah perahu karet bermula dan terus berkembang hingga menjadi alat penting di berbagai sektor kehidupan.
Awalnya, perahu tiup digunakan terutama oleh militer di Eropa dan Amerika. Bobotnya yang ringan serta kemampuannya dilipat menjadikannya pilihan ideal untuk dibawa ke medan perang. Dengan hanya sebuah pompa sederhana, perahu dapat kembali digunakan dalam waktu singkat. Selain itu, fleksibilitasnya membuat perahu tiup lebih praktis dibanding perahu kayu maupun logam yang berat.
Seiring berkembangnya teknologi, material perahu karet semakin beragam. Pada abad ke-20, bahan sintetis seperti PVC dan Hypalon mulai dipakai untuk memproduksi perahu secara massal. Kedua material ini membuat perahu lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, sinar matahari, dan gesekan. Dengan demikian, perahu karet semakin andal digunakan tidak hanya untuk keperluan militer, tetapi juga dalam kegiatan sipil dan hiburan.
Di Indonesia, sejarah perahu karet bermula pada sekitar tahun 1970-an. Instansi seperti TNI, Polri, hingga Basarnas memanfaatkannya untuk misi penyelamatan, terutama saat banjir melanda. Keunggulan perahu tiup dalam menjangkau daerah yang sulit dilewati membuatnya menjadi pilihan utama dalam situasi darurat. Tidak berhenti di sana, perahu ini juga kemudian berkembang pesat di sektor wisata.
Aktivitas seperti arung jeram, memancing, dan menyusuri sungai menjadi daya tarik baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Bahkan, beberapa desa wisata di Indonesia menjadikan penggunaan perahu karet sebagai ikon utama wisata petualangan mereka. Saat ini, tidak hanya produk impor yang mendominasi pasar, produsen lokal pun hadir menawarkan kualitas bersaing.
Melihat kembali sejarah perahu karet, jelas bahwa perahu tiup adalah inovasi sederhana yang membawa manfaat besar. Dari kebutuhan militer, penyelamatan bencana, hingga wisata keluarga, perahu ini tetap relevan hingga sekarang.
